Thursday, August 10, 2017

ARTI KESETIAAN SEORANG LAKI LAKI



Terbaca oleh saya sebuah kiriman dari seorang anggota Group WA Budaya Kham Lampung tentang hasil suvey terhadap sejumlah perempuan bukan Lampung yang bersuamikan orang Lampung. beberapa puluh orang wanita yang bersuamikan lelaki Lampung, istimewanya survey itu dilakukan selama belasan tahun. Para wanita itu ditanyakan tentang kesetiaan lelaki Lampung semenjak mereka resmi mejadi suami isteri, survey ini menghasilkan kesimpulan yang sungguh membanggakan.  Kesimpulan itu diambil berdasarkan jawaban jawaban bahwa suami mereka sangat setia terhadap isterinya dan mereka tak pernah diterpa kecemburuan, dan tak ada pula para responden yang mengalami poligami.Itu adalah sesuatu yang luar biasa dan harus dipertahankan oleh lelaki Lampung bukan saja bagi mereka yang beristerikan dari suku lain, tetapi juga bagi mereka yang berpasangan sesama Lampung, bahwa kesetiaan adalah sesuatu yang harus dijaga dan dipelihara bersama, antara suami dan isteri. Agar tak ada alasan untuk selingkuh ataupun poligami.

Kesetiaan Seolrang lelaki Lampung juga tergambar dari lagu yang berjudul Kumbang Hati tersebut di atas.


Pengatuku diku andanan, kuharap padamu kasih
Ram ruwa dan pulipang, jangan kita berpisah
Pengatuku diku kumbang hati, aku sangat berharap bunga hatiku
Sampai tajal ni mati, hingga ajal menjemput kita

Renying ni bingi, semakin malam larut
Helok bayangmu, bayangmupun tenggelam
Nawit hanggumku, membuat ku rindu

Titian Sassar, bila rindu tak tersampaikan
Ngebayang jippang, membayang langkah
Ngayunnya miwang, membuatku menangis

Kutanya angin, kutanyakan kepada angin
Imbun rek labung, embun dan hujan
Di lom hatimu, di dalam hatimu
Pagun kodo gelarku. masihkah namaku

Kubabang rasa, kuasuh rasa
Rasa sayangku, Rasa sayangku
Dang sampai lebon, Jangan hilang
Anjak didelom angon, di dalam  rindu

Dang samapai lebon andanan Jangan sampai hiolang kasih
Anjak di delom angon, di dalam rindu

Pengatuku diku, kuharap padamu
Nembah di rasan, kutagih janji
Ram pubandung, tetap bersatu
Sampai tajalni mati, hingga ajal tiba

Cadangnya sayang, hancur diriku
Kik pubiyak jak niku, bila kau ingkari

Kupegung janji, berpegang janji
Selom di sumpah, arungi sumpah
Angkah niku, hanya engkau
Permata ni hati, permata hatiku

Kutaruh hengas, kutaruh nyawa
Nguta niat sai suci, kupagariniat suci

Kusepok cara ngejaga kumbang hati, kucari alasan menjaga bunga hati
Ku sepok dalih kenyin kita pujama, kucari dali agar tetap berdua




Bagi seorang laki laki dalam semangat piil sejak sebelum munculnya  Pesenggiri adalah kesetiaan dan pembuktian ucapan, sudah pasti sumpah setia diucapkan  dalam peminangan seorang perempuan. Semangat itu menjiwai ketika piil berkembang Menjadi Piil Pesenggiri, bila piil digunakan pada saat kepercayaan masyarakat Lampung masih animistik itu tetap menyemangati ketika piil berkembang menjadi Piil Pesenggiri, yang sangat dipengaruhi oleh Islam itu.

Kata Pesenggiri yang kita kenal juga ada istilah pasunggiri di Sunda, baik Pesenggiri di Lampung dan Pasunggiri di Suda adalah merupakan terjemahan dari Fastabiqul Khoirot dalam Islam. Semnagat Piil Pesenggiri adalah semangat berlomba atau bersaing. Piil artinya prinsif Pesenggiri artinya bersaing. Namun bersaing dalam berpasangan suami isteri nampaknya lebih diartikan bersaing untuk menjadi yang paling setia, jauh lebih setia dibanding laki laki lain.

Walaupun sebenarnya Islam sendiri membolehkan poligami dengan persyaratan yang sejatinya sangat berat. Dahulu bila sahabat Rasul wafat dan meninggalkan isteri beserta anak anaknya, selalu diumukan prihal janda yang ditinggal suami wafat, apalagi bila janda yang bersangkutan sudah tua, sakit sakitan dan masih harus membesarkan anak anaknya, sementara harta peninggalan sangat terbatas dan penghasilan pas pasan, maka memang dicarikan lelaki yang berkenan mengawininya.

Dahulu Rasul atas perintah Allah untuk mengawini seorang wanita bekas budak yang sangat legam hitam kulitnya, tetapi karena itu perintah Allah, maka perkawinan itu dilaksanakan juga. Demikain juga bila kita sebagai laki laki memiliki berbagai alasan kemanusiaan sehingga kita merasa diperintahkan oleh Allah untuk berpoligami, mungkin tidak halangan kita berpoligami, yang akan kita ceraikan lagi manakala mereka sudah mampu hidup secara mandiri. Karena Allah juga memerintahkan Rasul menceraikan isterinya itu ketika wanita yang bersangkutan telah mampu hidup layak sebegaimana orang orang dilingkungannya, dan siap melaksanakan tugas untuk mengurusi anak anaknya.

Jika tidak alasan kemanusiaan untuk berpoligami sesuai perintah Allah, maka cara yang terbaik adalah berloma menyempurnakan kesetiaan kepada isteri seperti yang dilakukan oleh sejumlah laki laki Lampung yang memilih berpasangan dengan perempuan suku lain sebagaimana diberitakan sebagai hasil survey tersebut di atas. #Kiku.

3 comments: