Saturday, January 14, 2017

tentang piil pesenggiri "TUGAS HILMAN HADIKUSUMA TELAH SELESAI"

Satusatunya orang yang saya kenal telah memerankan dirinya sebagai vocal  point dalam hidupnya adalah Prof.Hilman Hadikusuma, beliau adalah Guru Besar HukumAdat di Unila,banyak menulis, dan sering menjadi narasumber dalam diskusi dan seminar,hampir secara keseluruhan merekayang mengenal Piil Pesenggiri sebagai falsafah Lampung adalah lewat tulisan dan ucapan Prof.Hilman Hadikusuma yang sangat saya hormati. Saya berkesempatan menghadiri dalam bebera acara seminar/ diskusi yangeliau sebagai narasumbernya, membaca beberapa buku dan tulisannya, dan setidaknya lima kali pernah mengundang beliau menjadi narasumber, dibeberapa tempat termasuk pernah juga acara itu saya selenggarakan di rumah beliau di Rawa Laut bandar Lampung.

Bila pernah terjadi orang orang justeru bertengkar tentang Piil Pesenggiri dan tidak berakhir dengan baik, justeru dihadapan mata kepala beliau yang dalam kesempatan itu beliau sama sekali tak memiliki kemampuan mencegah atau mengklarifikasi beberapa sikap tak akomodatif padahal mengaku menautkan pendapatnya dengan pendapat beliau sebagai vocal point Piil Pesenggiri. Saya berpendapat bahwa itu bukan sepenuhnya kesalahan beliau, dan bahkan ingin saya katakan bahwa tugas Profesor kami ini telah selesai, sejulah mahasiswanya, sejumlah orang yang sempat berguru kepadanya dan sejumlah mereka yang peduli dengan Kebudayaan Lampung, maka dipundaknya tanggung jawab itu
Sebenarnya yang paling berkompeten menyelesaikan masalah ini adalah para pemangku adat atas dukungan para pemangku kepentingan dengan memanfaatkan para intelektual yang ada dilingkungan komunitas pendukung adat Lampung.  Mereka mereka itulah yang memiliki peluang untuk meletakkan Piil Pesenggiri dalam posisinya yang terhormat baik dalam internal komunitas maupun dalam pergaulan masyarakat sevcara lebih luas.

Sunday, January 8, 2017

Piil Pesenggiri



PIIL PESENGGIRI itu adalah sebuah Filsafat, filssfat itu adalah sebuah pemikiran yang radic atau mendalam. Falsafah Piil Pesenggiri memiliki kedalaman makna yang sebenarnya jauh melampaui eranya. Bila dibanding dengan beberapa falsafah daerah maka Falsafah lampung memiliki keunggulan luar biasa, keunggulan itu belum banyak mendapatkan perhatian baik dikalangan pendukung adat budaya dan apalagi komunitas dari luar.Oleh karena nya maka keunggulan Piil pesenggiri itu masih perlu disuarakan, dan diharapkan ada pihak pihak yang bersedia memposisikan dirinya sebagai vocal point Piil Pesenggiri secara sukarela, sehingga wawasan Piil Pesenggiri dapat dipahami baik oleh komunitas lain mapun apalagi komunitas Lampung itu sendiri.
Diawal mulanya yang menyiapkan diri sebagai juru bicara Piil Pesenggiri adalah Prof.Hilman Hadikusuma, walaupun yang meneliti secara lebih lengkap adalah Rizani Pupawijaya,SH. ketiuka beliau akan menyelesaikan studynya di Fakultas Huku Universitas Lampung, UNILA,Tetapi nampaknya yang memiliki kesempatan lebih banyak untuk menulis adalah Hilman Hadikusuma, sedang Rizanu Puspawijaya terjebak dalam kesibukan administratif, terkait jabatan yang dibebankan padanya di UNILA. Hampir semua pendukung budaya Lampung mengenal Piil Pesenggiri itu dari tulisan Prof. Hilman Hadikusuma., sebagai Guru Besar Hukum Adat di Fak Hukum UNILA.

Saturday, January 7, 2017

Juluk Adek Mendorong Terbentuknya Kisah Sukses. Seseorang

Pengantar.
Tak dinyana Falsafah Piil Pesenggiri yang dirumuskan pada abad ke 16 itu ternyata masih relevan hingga sekarang. Pada salah satu unsur Falsafah Lampung "Piil Pesenggiri" yang merupakan upaya memotivasi agar setiapseseorang selalu memiliki prestasi prestasi baru dan dianjurkan merayakan atau mencatat prestasi prestasi baik dalam kategori Juluk maupun Adek. Kini abad 21 justru muncul dorongan  agar setiap seseorang memiliki kisah sukses "Sukses Hystori". Luar biasa.

Juluk Adek.
Berbagai upacara daur hidup bagi seorang anak di masa kanak kanak, lalu anak anak itu dianugerahi nama juluk, nama julik adalah nama baru yang berikan kepada seorang anak hingga menjelarang remaja atau paling lambat remaja, setelah anak yang bersangkutan memiliki prestasi merumuskan atau menetapkan cita citanya, lalu nama juluk itu adalah nama bartu yang ,menggambarkan cita cita yang ingin dicapainya (idealita)
Kelak manakala cita cita itu telah tercapai, masa dewasa, maka layak diberi nama baru lagi, yaitu nama yang menggambarkan keberhasilan mencapai cita cita awal atau nama lainnya (realita) prinsip nama juluk adalah keharusan masa kanak kanak dan remaja untuk mencanangkan  sebuah cita cita atau keinginan dan sejak saat itu para pihak yang bertanggungjawab terhadap si anak, terutama kedua orang tuyanya agar memfasilitasi hingga tercapainya keinginan cita cita itu.