Sunday, December 11, 2016

CIPTAKAN LAGU ANAK ANAK DENGAN FALSAFAH PIIL PESENGGIRI

Mengarang lagu anak anak Daerah Lampung"harus dengan jiwa, sehingga jelas kandungan makna dan tujuan yang terkandung dalam lagu itu, artinya bahwa lagu yang diciptakan untuk anak anak itu jelas harus memiliki bobot pendidikan. Sebagaimana dipesankan oleh Rasulullah SAW yang dikatakan "Didiklah anak anakmu sesuai dengan masa mereka" artinya dengan lagu itu kita harus mendidik anak sesuai dengan era mereka. Dengan demikian lagu anak anak bukanlah lagu sembarangan, bukan hanya enak ditelingan, bukan pula ekedar bergorang, melainkan memiliki nilai didik yang mampu memotivasi.

Lalu apa pegangan filsofisnya, menurut saya adalah Piil Pesenggiri. Falsafah Piil Pesenggiri sudah beberapa kali saya tuliskan di blg ini. Falsafah ini terdiri dari Nemui nyimah (produktif), Nengah Nyappur (kompetitip), Sakai Sambaian (kooperatif) dan Juluk Adek (inovatif). Dengan demikian lagu nak anak daerah Lampung adalah memperkenalkan falsafah ini, atau selanjutnya menanamkan falsafah ini bagi anak anak


Tentu juga sulit rasanya jika kita harus menjejali sebuah lagu dengan seluruh unsur unsur Piil Pesenggiri itu, bahkan bisa jadi dalam satu lagu hanya berintikan salah satu unsur dan bisa jadi pula bahwa justeru  tidak menyebnutkan kata dalam unsur Piil Pesenggiri itu namun kandungannya adalah merupakan salah satu unsur Piil Pesenggiri, bisa produlktif, kompetitif, kooperatif ataupun inovatif.

Lalu bagaimana cara menyebarkannya, tidak lain adalah melalui sekolah, ajarkan lagu Anak Anak Daerah Lampung itu disekolah sekolah. Artinya lagu anak anak itu harus dipertemukan dengan anak anak pula. Tentu sja dengan rangkaian sebagai berikut :

(1) Kita harus mendorong mereka yang memiliki bakat mencipta lagu daerah agar menciptakan lagu anak anak daerah Lampung. Bukankah kita sepakat bahwa sekarang tidak ada kita dapatkan lagu anak anak daerah Lampung, maka sebelumnya kita harus metih sejumlah orang menjadi pengarang lagu anak anak lebih dahulu

(2) Dalam pelatihan itu diperkenalkan tentang wawasan falsafah Piil Pesenggiri. Hal ini dianggap perlu karena masdyarakat mulai banyak yang merlupakan tentang falsafah Piil Pesengiri. Dalam pelatihan ini harus diarahkan agar para pengarang lagu itu saaling memperkaya tentang falsafah Piil Pesenggiri. Selama ini pembahasan falsafah Piil Pesenggiri sering saling menidakkan, sehingga lama kelamanaan falsafah ini akan hilang, sedang bila saling memperkaya maka falsafah ini akan lerbih dalam dipahami.

(3) Tidak kalah pentingnya adalah membahas kata kata bijak dalam bahasa Lampung, hingga kini sebenarnya masih banyak daerah daerah di Lampung ini menyimpan kata kata bijak atau pepatah dan semacamnya, yang masih dihapal oleh orang orang tertentu, manakala kata kata bijak ini tak disosialisasikan maka kata kata bijak ini tak akan terwariskan oleh generasi mendatang. Kata kata bijak itu sangat indah bila dimasukan ke dalam syair lagu.

Tentu banyak lagi hal yang harus dilakukan, dan yang tak kalah pentingnya adalah agar diadakan lomba mengarang lagu ini. Pmerintah dimoboh menyiapkan sejumlah dana untuk menyelenggarakan acara semacam ini, karena dalam rangka mempertahankan bahasa Lampung, maka dengan cara mengarang l;agu Lampung dan mempopulerkannya maka akan terasa sangat efektif. Terima kasih.


No comments:

Post a Comment