Thursday, August 10, 2017

ARTI KESETIAAN SEORANG LAKI LAKI



Terbaca oleh saya sebuah kiriman dari seorang anggota Group WA Budaya Kham Lampung tentang hasil suvey terhadap sejumlah perempuan bukan Lampung yang bersuamikan orang Lampung. beberapa puluh orang wanita yang bersuamikan lelaki Lampung, istimewanya survey itu dilakukan selama belasan tahun. Para wanita itu ditanyakan tentang kesetiaan lelaki Lampung semenjak mereka resmi mejadi suami isteri, survey ini menghasilkan kesimpulan yang sungguh membanggakan.  Kesimpulan itu diambil berdasarkan jawaban jawaban bahwa suami mereka sangat setia terhadap isterinya dan mereka tak pernah diterpa kecemburuan, dan tak ada pula para responden yang mengalami poligami.Itu adalah sesuatu yang luar biasa dan harus dipertahankan oleh lelaki Lampung bukan saja bagi mereka yang beristerikan dari suku lain, tetapi juga bagi mereka yang berpasangan sesama Lampung, bahwa kesetiaan adalah sesuatu yang harus dijaga dan dipelihara bersama, antara suami dan isteri. Agar tak ada alasan untuk selingkuh ataupun poligami.

Kesetiaan Seolrang lelaki Lampung juga tergambar dari lagu yang berjudul Kumbang Hati tersebut di atas.

Tuesday, August 8, 2017

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) Nyaris Tak Terdengar.

Sayup sayup terdengar bahwa tanggal 9 Agustus merupakan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia. Masyarakat adat adalah masyarakat yang mendukung terselenggaranya adat yang dalam jangka waktu panjang membentuk kebudayaan, lengkap dengan nilai nilai budayanya. dan dengan nilai nilai budaya itu  maka terbentuklah bangsa bangsa dan tentunya salah satu Bangsa yang terbentuk berdasarkan nilai nilai budaya itu adalah Indonesia, dan budaya Indonesia itu tergambar dalam Pancasila. Pancasila adalah puncak puncak budaya dearah.

Dengan demikian memang seharusnya Pemerintah memberikan dukungan dan perlindungan terhadap keberadaan masyarakat adat yang memang tak dapat dihindari merupakan cikalbakal berdirinya Bangsa dan Negara ini. Apalagi realitnya bahwa adat dengan segala perkembangannya adalah merupakan realita hidup yang hingga sekarang masih eksis, dan masih merupakan bagian dari masyarakat yang berhak untuk mendapatkan pengakuan dan perlindungan.

Pengakuan dan perlindungan hendaknya juga diikuti oleh pembinaan, pembinaan itu akan berlanjut penyediaan atau memfasilitasi keberlanjutan dan perkembangannya, sehingga dalam pembinaan selain memfasilitasi maka Pemerintah juga berkewajiban untuk memperkenalkan dan mengajarkan nilai nilai yang terdapat dalam budaya dalam arti luas.

Selain kekayaan budaya dalam bentuk seni dan lain sebagainya yang memenuhi tuntutan seni dan keindahan juga memiliki nilai nilai dan tata nilai, nilai nilai itu setidaknya Falsafah Piil Pesenggiri atau semangat bersaing yang terdiri dari Nemui Nyimah (produktif), Nengah Nyappur (kompetitip) Sakai Sambayan (koperatif) dan Juluk Adek (inovatif). Peran Pemerintah harus signifikan dalam mengembangkan nilai budaya, dengan memfasilitasi lembaga lembaga adat, untuk dapat bekembang. Karena pembangunan yang tercerabut dari nilai budaya bangsa akan menjadi ancaman bagi bangsa itu sendiri.

Sunday, April 16, 2017

Falsafah Piil Pesenggiri Harus Dikembangkan

Tak dapat dipungkiri bahwa Prof. Hilman Hadikusuma telah berjasa memperkenalkan Piil Pesenggiri baik ke lingkungan komunitas Lampung maupun nasional, Sedang yang berjasa menginformasikan Piil Pesenggiri adalah Rizani Puspawijaya, beliau menulis Piil Pesenggiri dalam Skripsi Beliau S1 Fakultas Hukum Universitas Lampung, Sedang yang lebih banyak memiliki kesempatan menulis tentang Piil Pesenggiri adalah Prof. Hilman Hadikusuma sebagai Guru Besar Hukum Adat di Universitas Lampung (Unila).  Maka terjadilah pemahaman yang lebih bermakna dan mendalam setelah kedua insan Perguruan Tinggi ini menyempatkan diri melirik kekayaan adat Lampung, dan semakin banyak yang disadarkan betapa kayanya gagasan nenek moyang dalam menetapkan dan memasarkan falsafah ini.

Unsur unsur Piil Pesenggiri yang terdiri dari Nemui Nyimah (produktif) Nengah Nyappur (kompetitip) Sakai sambaian (koperati) dan Juluk Adek (inovatif). Mwnunjukkan bahwa falsafah ini sangat dinamis, lihat saja dalam Piil yang pertama Nemui nyimah secara tegas menyatakan bahwa seseorang baru disebut eksis manakala telah memiliki kemampuan memproduksi sesuatu, dan dengan produksinya itu telah layak berkomunikasi dan berinteraksi (nemui) dan dalam interaksi itu berdiri sebagai pihak yang mampu santun.

Unsur Piil Pesenggiri yang kedua adalah Nengah Nyappur,  nengah artinya kerja keras atau bertanding sementara nyappur artinya tenggang rasa. artinya apakah itu kerja keras maupun pertandingan semua adalah dalam rangka tenggang rasa. Bekerja keras adalah untuk menghasilkan secara maksimal sehingga memiliki kemampuan berbagi, sedang bertanding dilakukan adalah dalam rangka memberikan mana yang terbaik.