Showing posts with label Pembangunan Kebudayaan Daerah Lampung. Show all posts
Showing posts with label Pembangunan Kebudayaan Daerah Lampung. Show all posts

Monday, August 21, 2017

Susun Kamus Kata Kata Bijak



Sebuah lagu akan lebih mengesankan manakala syairnya menggunakan ungkapan yang kaya makna, sehingga penikmatnya dapat memilih banyak pintu untuk menikmatinya. Kata kata yang terdapat kekayaan akndungan makna itu adalah kata bijak namanya.Masing masing kata bijak itu dimiliki oleh semuakomunitas masyaakat Lampung, dimanapun komunitas itu menyatu. Sayang kata kata bijak itu jarang diungkapkan sehingga kata kata bijak dalam bahasa Lampung semakin lama semakin langka yang menngunakannya, dan dengan demikian maka katabijak itu jarang terdengar.

Kata bijak itu lazimnya digunakan pada saat menyampaikan sambutan dalam suatu acara, bahasa dalam pidato umumnya adalah bahasa yang terpilih, dipilih bahasa yang hemat namun memiliki makana yang luas dan dalam. Tetapi ini juga akan sangat tergantung kepada pribadi yang pidato, seberapa banyak Ia memiliki perbendaharaan kata, dan khususnya kata bijak yang dipahami dan dikuasainya.

Demikian juga dengan sedalam apapun makna, serta seluas apapun pengertiannya manakala yang mendengar sebagai audien tidak memiliki keterampilan yang seimbang dengan yang berpidato yang menmggunakan kata bijak dan bahkan adakaanya juga bersayap. Kata kata bijak itu sering memiliki dua arti yang beda, ada arti dalam kata dan ada juga arti dalam istilah. Dan orang akan salah pengertian yang jauh manakala kata yang seharusnya diartikan dengan istilah tetapi dipahaminya dengan arti kata. maka akan mengalami keke;liruan patal dalam mengartikan maksud pembicara.

Dalam rangka mempertahankan keberadaan kata kata bijak itu sejatinya Pemerintah Kabupate. Kota memfasilitasi upaya dengan menyiapkan dana serta tenaga untuk melakukan inventarisasi kata kata bijak. Kata bijak yang telah terinventarisasi itu lalu dibukukan, lalu dibagikan, baik ke sekolah sekolah atau PT untuk dimanfaatkan, dalam berbagai mata Kata bijak juga sangat dibutuhkan bagi para pengarang lagu, lagu membutuhkan kata bijak yang memiliki kedalam arti dan makna, sehingga persaan atau jiwa lagu itu terakomodir dalam bahasa.

Yang tidak kalah pentingnya akan kata kata bijak ini adalah untuk mengukur ketinggian peradaban. suatu komunitas pengguna bahasa daerah. Suatu kelompok budaya akan lebih berkualitas manakala memiliki bahasa yang memiliki kemampuan mencurakan persaan dan pemikiran,

Tuesday, November 29, 2016

Selamatkan Gambus Lampung

Salah satu kekayaan masyarakat Lampung terutama di beberapa daerah adalah kebiasaan mementil gambus, dahulu gambus dibuat sendiri untuk dipakai sendiri, pada saat itu banyak terdapat kayu yang mudah dan akan bagus sekali untuk diolah sebagai bahan utama gambus. Gambus terdiri dari kayu, kulit binatang dan senar, yang dibuat seperti gitar. Alat musik sederhana ini dalam sejarahnya ternyata mampu menampung dan menyampaikan berbagai perasaan dan pesan, bahkan motivasi dan sebagainya secara estetis. Peran gambus baik seni maupun sosial juga tak kalah dibanding alat musik lainnya, oleh karenanya maka sewajarnyalah bila alat musik gambus Lampung itu harus kita pertahankan dengan mewariskannya kepada generasi muda mulai dari bangku sekolah, setidaknya dibeberapa Kabupaten di Provinsi Lampung ini.   .



Thursday, July 14, 2016

Umpu Maddani Pagelaran, Bertekad membentuk Masyarakat Madani

Terlalu berhayal .... ? Tidak. Umpu atau cucung Mad Dani Pagelaran yang berjumlah 31 Orang pada tanggal 9 Juli 2016 sambil merayakan Hari Idul Fitri berkumpul di Pagelaran, mereka bersepakat untuk berbuat sesuatu, yaitu membina diri, saling asah asih dan asuh untuk menegakkahn mental serta moralnya untuk mengarungi hidup secara modern sehingga memiliki keterampilan hidup dan bersaing antar sesama secara elok sesuatu dengan tata aturan hidup modern.
Ini adalah perjalanan panjang yang akan ditapaki dan bukan hal yang tidak mungkin justeru akan menghadapi permasalahan internal yang tidak ringan, demikian dituturkan oleh Ridwan AR,M.Ip.   putra Rinno Kemala / Arbi, anak tertua Mad Dani almarhum. Ridwan  adalah anak kempat dari lima saudara, Nurjannah, Hafiz, Idham Ridwan dan Upik.
Ke 31 orang cucu atau Umpu Mad Dani tersebut adalah putra putri dari Rinno Kemala/ Arbi (5) Rosmadewi/ Tarmizi (2), Tarmizi/Zubaidah (6), Azimah/Rafi,i (6) Syafruddin/Tuti H (5) Fachruddin/Amiroh (3) dan Nasir/Sulastri (4)

Berawal dari Umpu Mad Dani yang berjumlah 31 orang ini kita harapkan dalam tahun pertama ini sudah mulai melaksanakan kontak kontak dan pertemuan berkala, dalam tahun pertama pertemuan ini akan dilaksanakan sambil menyelenggarakan arisan keluarga, dan dalam menyelengarakan aktivitas itu akan diisi oleh kalangan internal saja untuk menambah wawasan, tetapi manakala dari pihak internal mulai dirasakan kurang memiliki greged, maka mulai dipikirkan untuk mengundang narasumber dari luar keluarga.

Apabila telah dirasakan adanya nilai nilai positif dari pertemuan itu, maka audien akan dikembangkan ke Lamban Lunik, Lamban Lunik adaah bagian dari keluarga besar pewaris Kerajaan Sekala Brak dari kebuaiyan Prenong. Tentu saja dalam waktu yang bersamaan manakala audien sudah dikembangkan, maka bahasanpun dengan sendirinya harus dikrmbangkan juga. Dan perkembangannya adalah menuju masyarakat Madani, itu pesan Syafruddin salah seorang putra Mad Dani alm.



Sunday, November 22, 2015

Tamong Ni Roai ... !?

Sewaktu saya masih balita dahulu bujang ataupun gadis di desa saya Pagelaran Kabupaten Pringsewu dari kelompok komunitas asal Lampung Barat sering menyanyikan pantun dengan syair seperti ini :
Nak ...Ninak ...Ninak ... Ning Kung 
Gamolan Haji Suhai ...
Wat mulli jak Gedung 
Yaddo Tamong ni Roai. 
Sair pantun itu sangat melekat di ingatan saya karena kebetulan yang disebut Roai adalah Roaini anak tetangga yang usianya lebih kurang masih sebaya, terusik juga pertanyaan pada waktu itu mengapa temanku yang lain tak dilagukan oleh mereka mereka itu, pertanyaan ini kutelan sendiri hingga meliwati masa remajaku, dan aku muali berani menduga duga.


-
Menyimak nada dan syair Gamolan Sakti Hasyim Gamol seperti apa yang sebarkannya melalui You Tubenya ini, tak terhindarkan saya terperanjat juga. Lagu yang saya kenal sebagai Tamongnya Roi itu sama persis dengan lagunya Hasyimkan  Gamol.

Memang Syair Tamong Ni Roi 

Friday, August 22, 2014

Dekranasda Bangkitkan Kerajinan Tradisional



BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Keberadaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) diharapkan menjadi pionir bagi bangkitnya kerajinan tradisional dalam rangka mengambangkan potensi budaya dan ekonomi kerakyatan.

Hal itu dikatakan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, saat pelantikan pengurus Dekranasda Provinsi Lampung Periode 2014-2019, di Balai Keratun Kantor Gubernur, Kamis (21/8). Hadir dalam pelantikan itu Wakil Sekretaris Jederal Dekranas Pusat Ikhwan Asril dan Sekretaris Dekranas Pusat Estika Pratiwi.

Hadir pula sejumlah pejabat di lingkungan Pemda Lampung serta pengurus Dekranasda kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. "Dekranasda Provinsi Lampung melalui pengurus yang baru dilantik, diharapkan dapat menggerakn industri kecil berbasis ekonomi kerakyatan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung umumnya," kata Ridho. (Luman Hakim)

Sunday, May 1, 2011

Membangun Budaya Daerah.

Fachruddin


Final Goal pembangunan budaya daerah Lampung hendaknya adalah meningkatnya kreatifitas masyarakat pendukung dan pelaku budaya untuk mengembangkan budayanya, sehingga memiliki kemampuan untuk mencapai taraf hidup dan kesejahteraan yang lebih baik, berdasarkan potensi lingkungan dan geografisnya. Upaya membangun budaya daerah harus dimulai dari mengenali lebih dalam akan potensi yang dimiliki baik dalam bentuk nilai nilai luhur serta keadaan alam yang harus dipertahankan dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesejahteraan bersama.

Sebagaimana lazimnya setiap daerah memiliki nilai nilai yang selama ini dianut dan digunakan sebagai alat untuk mempertahankan keutuhan komunitas, nilai nilai itu terakumulasi dalam kearifan lokal. Oleh karena itu kearifan lokal harus terindentifikasi dengan baik dan diperkuat agar kearifan lokal ini memiliki kekuatan untuk mengarahkan komunitas penganutnya memiliki kemampuan menyerap dan mengolah serta mengembangkan budaya asing, atau budaya lain, sebagai hasil konmtak budaya, sesuai dengan watak sendiri serta lingkungan dan geografis di mana mereka berada.

Tugas Pemerintah adalah memfasilitasi kemampuan mereka berkembang, serta memperkenalkan kekayaan budaya dan alam lingkungannya kepada masyarakat luas untuk dijadikan objek wisata serta memperluas pergaulan masyarakat umum. Dan dengan pergaulan masyarakat secara umum itu akan terjadi kontak budaya secara terus menerus.

Oleh sebab itu maka nilai budaya, kesenian, benda budaya, naskah kuno, artefak serta situs situs harus dipertahankan keberadaannya dan teridentifikasi dengan baik. Dan tidak kalah pentingnya adalah memberdayakan lembaga lembaga adapt. Karena ternyata manakala lembaga lembaga adat ini melemah maka terjadi pula kelemahan intelektual pada komunitas adapt dan budaya, serta terjadinya kelambatan kelambatan dalam perkembangannya, atau perkembangan terjadi dengan tercerabut dari akar nilai budaya mereka selama ini.

Trend Lampung justeru bukan memperkuat lembaga adat yang ada, tetapi justeru membentuk lembaga adat baru yang nampaknya memiliki kecenderungan untuk mengambil alih peran lembaga lembaga adat yang ada. Kelemahan lembaga lembaga adapt budaya buatan baru ini hamper dapat dipastikan tidak akan mengakar kebawah dengan baik. Untuk tidak dikatakan akan mengalami kehilangan arah.