Mengarang lagu anak anak Daerah Lampung"harus dengan jiwa, sehingga jelas kandungan makna dan tujuan yang terkandung dalam lagu itu, artinya bahwa lagu yang diciptakan untuk anak anak itu jelas harus memiliki bobot pendidikan. Sebagaimana dipesankan oleh Rasulullah SAW yang dikatakan "Didiklah anak anakmu sesuai dengan masa mereka" artinya dengan lagu itu kita harus mendidik anak sesuai dengan era mereka. Dengan demikian lagu anak anak bukanlah lagu sembarangan, bukan hanya enak ditelingan, bukan pula ekedar bergorang, melainkan memiliki nilai didik yang mampu memotivasi.
Lalu apa pegangan filsofisnya, menurut saya adalah Piil Pesenggiri. Falsafah Piil Pesenggiri sudah beberapa kali saya tuliskan di blg ini. Falsafah ini terdiri dari Nemui nyimah (produktif), Nengah Nyappur (kompetitip), Sakai Sambaian (kooperatif) dan Juluk Adek (inovatif). Dengan demikian lagu nak anak daerah Lampung adalah memperkenalkan falsafah ini, atau selanjutnya menanamkan falsafah ini bagi anak anak
Sunday, December 11, 2016
Tuesday, November 29, 2016
Selamatkan Gambus Lampung
Salah satu kekayaan masyarakat Lampung terutama di beberapa daerah adalah kebiasaan mementil gambus, dahulu gambus dibuat sendiri untuk dipakai sendiri, pada saat itu banyak terdapat kayu yang mudah dan akan bagus sekali untuk diolah sebagai bahan utama gambus. Gambus terdiri dari kayu, kulit binatang dan senar, yang dibuat seperti gitar. Alat musik sederhana ini dalam sejarahnya ternyata mampu menampung dan menyampaikan berbagai perasaan dan pesan, bahkan motivasi dan sebagainya secara estetis. Peran gambus baik seni maupun sosial juga tak kalah dibanding alat musik lainnya, oleh karenanya maka sewajarnyalah bila alat musik gambus Lampung itu harus kita pertahankan dengan mewariskannya kepada generasi muda mulai dari bangku sekolah, setidaknya dibeberapa Kabupaten di Provinsi Lampung ini. .
Saturday, November 5, 2016
Anak Anak Butuh Lagu
Untuk mempertahankan bahasa dan kebudayaan Lampung maka anak anak juga butuh lagu, lagu khusus untuk anak anak, namun biasanya lagu anak anak itu itu masih juga disukai oleh oranhg dewasa. Dengan adanya lagu anak anak maka nilai nilai luhur budaya darah dapat dipertahankan melalu lagu anak anak anak itu, Oleh karenanya maka pengarang lagu anak anak sejatinya harus memahami filsafat daerah, sehingga lagu lagu itu sarat membawa pesan pendidikan berdasarkan falsafah daerah. Dengan ketiadaan lagu anak anak maka kta akan kesulitan memperkenalkan nilai budaya daerah kita kepada masyarakat yang dimulai sejak usia kanak kanak.
Ada berbagai keuntungan yang bisa kita dapatkan manakala tersedia lagu anak anal, pertama kita telah memberikan sarana untuk mempertahankan atau mungkin memperkenalkan bahasa daerah, memnpertahankan bahasa daerah manakala sejak ditengah keluarga dan sekitarnya sang anak telah dioajarkan bahasa daerah, atau memperkenalkan bagi mereka yang belum mendapatkan kesempatan pemakaian bahasa Lampuing di lingkungan keluarga. Yang kedua adalah dipahaminya nilai budaya daerah yang selayaknya kita pertahankan sebagai kearifan lokal.
Sebagaimana kita ketahui bahwa kearifan lokal yang terangkum dalam Piil Pesenggiri yang terdiri dari Nemui Nyimah, santun dan produktif, Nengah Nyappur, kompetitif, sakai sambaian, kperatif dan Juluk Adek, Inobatif. Dengan demikian lagu untuk anak anak itu seyogyanya mampu memotivasi agar seorang anak dapat bersikap dan berbuat seperti nilai nilai tersebut di atas, yaitu produktif, kompetitif, kooperatif dan inovatif.
Lagu anak anak diharapkan mampu memotofasi agar setiap seseorang harus memiliki karakter yang terangkum dalam nilai nilai yang sangat layak dijadikan sebagai kearifan lkal, itu. Dan pesan itu terankum dalam kata, irama dan nada. Inipun hendaknya Pemerintah berkenan memfasilitasinya.
Ada berbagai keuntungan yang bisa kita dapatkan manakala tersedia lagu anak anal, pertama kita telah memberikan sarana untuk mempertahankan atau mungkin memperkenalkan bahasa daerah, memnpertahankan bahasa daerah manakala sejak ditengah keluarga dan sekitarnya sang anak telah dioajarkan bahasa daerah, atau memperkenalkan bagi mereka yang belum mendapatkan kesempatan pemakaian bahasa Lampuing di lingkungan keluarga. Yang kedua adalah dipahaminya nilai budaya daerah yang selayaknya kita pertahankan sebagai kearifan lokal.
Sebagaimana kita ketahui bahwa kearifan lokal yang terangkum dalam Piil Pesenggiri yang terdiri dari Nemui Nyimah, santun dan produktif, Nengah Nyappur, kompetitif, sakai sambaian, kperatif dan Juluk Adek, Inobatif. Dengan demikian lagu untuk anak anak itu seyogyanya mampu memotivasi agar seorang anak dapat bersikap dan berbuat seperti nilai nilai tersebut di atas, yaitu produktif, kompetitif, kooperatif dan inovatif.
Lagu anak anak diharapkan mampu memotofasi agar setiap seseorang harus memiliki karakter yang terangkum dalam nilai nilai yang sangat layak dijadikan sebagai kearifan lkal, itu. Dan pesan itu terankum dalam kata, irama dan nada. Inipun hendaknya Pemerintah berkenan memfasilitasinya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
