Saturday, November 5, 2016

Anak Anak Butuh Lagu

Untuk mempertahankan bahasa dan kebudayaan Lampung maka anak anak juga butuh lagu, lagu khusus untuk anak anak, namun biasanya lagu anak anak itu itu masih juga disukai oleh oranhg dewasa. Dengan adanya lagu anak anak maka nilai nilai luhur budaya darah dapat dipertahankan melalu lagu anak anak anak itu, Oleh karenanya maka pengarang lagu anak anak sejatinya harus memahami filsafat daerah, sehingga lagu lagu itu sarat membawa pesan pendidikan berdasarkan falsafah daerah. Dengan ketiadaan lagu anak anak maka kta akan kesulitan memperkenalkan nilai budaya daerah kita kepada masyarakat yang dimulai sejak usia kanak kanak.
Ada berbagai keuntungan yang bisa kita dapatkan manakala tersedia lagu anak anal, pertama kita telah memberikan sarana untuk mempertahankan atau mungkin memperkenalkan bahasa daerah, memnpertahankan bahasa daerah manakala sejak ditengah keluarga dan sekitarnya sang anak telah dioajarkan bahasa daerah, atau memperkenalkan bagi mereka yang belum mendapatkan kesempatan pemakaian bahasa Lampuing di lingkungan keluarga. Yang kedua adalah dipahaminya nilai budaya daerah yang selayaknya kita pertahankan sebagai kearifan lokal.

Sebagaimana kita ketahui bahwa kearifan lokal yang terangkum dalam Piil Pesenggiri yang terdiri dari Nemui Nyimah, santun dan produktif, Nengah Nyappur, kompetitif, sakai sambaian, kperatif dan Juluk Adek, Inobatif. Dengan demikian lagu untuk anak anak itu seyogyanya mampu memotivasi agar seorang anak dapat bersikap dan berbuat seperti nilai nilai tersebut di atas, yaitu produktif, kompetitif, kooperatif dan inovatif.

Lagu anak anak diharapkan mampu memotofasi agar setiap seseorang harus memiliki karakter yang terangkum dalam nilai nilai yang sangat layak dijadikan sebagai kearifan lkal, itu. Dan pesan itu terankum dalam kata, irama dan nada. Inipun hendaknya Pemerintah berkenan memfasilitasinya.

Thursday, October 20, 2016

Pemerintah Harus Mendorong Penciptaan Lagu Lampung

Dalam rangka mempertahan dan mengembangkan budaya Lampung maka Pemeritah harus mendorong dan sekaligus memfasilitasi penciptaan lagu Lampung. Karena melalui lagu lagu daerah pesan pesan kemmanusiaan akan jauh lebih komunikatif dibanding bahasa apapun, termasuk bahasa politik. Ada gejala trend yang menurun upaya pemerintah dalam mempertahankan dan mengembangkan budaya daerah Lampung, sehingga ada kekhawatiran budaya daerah Lampung ini akan tergerus oleh waktu. Sementara pembangunan di daerah dengan menafikan pembangunan budaya dearah nantinya cepat atrau lambat akan mengundang banyak permasalahan yang kadang kadang jauh lebih besar dibanding karya hasil pembangunan. Pembangunan sikap mental masyarakat seyogyanya sejalan dengan pembangunan fisik.

Bahasa seni itu adalah bahasa yang sangat komunikatif, maka sampaikanlah pesan kemanusiaan itu melalui lagu. Untuk itu Pemerinmtah harus mendorong dan memfasilitasi para pihak yang terlibat dalam menciptakan lagu daerah Lampung, meliputi penciptanya, aransmennya serta penyanyinya. Bila perlu pemerintah melombakan penciptaan lagu daerah lengkap dengan aransmennya, sehingga lagu yang diikut sertakan setidajnya sudah siap tampil dalam bentuk instrumen lengkap. Dengan demikian maka berarti lagu disuguhkan oleh para pengarang dan penggubah aransmen ada kemunkingan melengkapinya dengan notasi, sehingga nantinya lagu itu akan lebih mudah di pahami nada nadanya.

Jangan Hanya Lagu Cinta, Masalah Sosial Juga harus Hadir dalam Lagu.

LITAK LITUNG

Diantara lagu lagu daerah Lampung yang saya tahu, maka lagu Litak Litung ini adalah lagu yang memiliki bobot sosial yang lebih dibanding dengan lagu lagu yang bertemakan cinta. Lagu bertemakan cinta memang okey, lebih syahdu dan lebih komunikatif, masalah cinta adalah masalah yang rata kita alami sehingga untuk memahaminya sangat mudah, tak butuh keterampilan intelektual. Tetapi bukankah kita tak cukup hanya dengan cinta, Nyatanya demikian banyak masalah yang berat kita rasakan adalah masalah sosial. Lagu litak litung ini memiliki bobot untuk memotifasi generasi



muda agar memiliki karya, artinya memiliki aktivitas yang mampu memenuhi kebutuhannya, setidaknya untuk makan sehari hari, itu ukuran minimalnya.